Senin, 21 Maret 2022

 

Cara Trading Supply And Demand Untuk Pemula

Jenis Entry Trading Supply And Demand

Dalam cara trading pemula dengan supply and demand, terdapat 2 hal yang akan menjadi dasar entry kita. Kedua jenis entry ini masing-masing menawarkan kekurangan dan kelebihannya.    

1. Entry Breakout

Pada jenis entry breakout, order akan dieksekusi langsung ketika harga telah berhasil menembus suatu resistance maupun support. Entry jenis ini sering digunakan pada sistem trading dengan menggunakan Channel, seperti Bollinger Bands, Donchian Channel, maupun pada Chart Pattern. Kelebihan jenis entry breakout adalah, kita sebagai trader tidak akan pernah tertinggal ketika harga sedang trending dalam satu arah. Breakout ini memang baik untuk mendeteksi pergerakan awal suatu pasar trending.

Kelemahan dari jenis entry breakout adalah false breakout.False breakout adalah suatu kejadian yang awalnya mencerminkan penembusan harga dari support atau resistance, tetapi kemudian gagal karena harga tidak mempertahankan eksistensinya di luar support atau resistance. Setelah menembus level tersebut, harga malah kembali ke daerah sebelumnya. False breakout ini sering kali dapat menipu dan menghabiskan dana trader, terutama trader tanpa perhitungan money management baik.

2. Entry Pullback Pullback adalah jenis entry setelah breakout. Dalam jenis entry ini, trader harus terlebih dahulu menunggu sebelum masuk ke dalam suatu posisi. Memang belum bisa dipastikan bahwa breakout-nya sudah valid apa belum, tetapi dengan menunggu hingga harga melakukan pullback, kita akan mendapatkan harga yang lebih baik, risiko lebih rendah, dan reward lebih tinggi. Intinya, tingkat keberhasilan dari entry pullback bisa lebih baik ketimbang entry breakout.

Lalu apa kelemahan jenis entry pullback? Kita sebagai trader tidak dapat mengira kapan dan sampai mana harga akan melakukan pullback. Sering kali, harga terus melanjutkan perjalanannya setelah breakout, dan para trader pullback pun tidak akan mendapat bagiannya. Mana yang baik? Entry terbaik adalah Anda memilih salah satu jenis entry tersebut dan disiplin menggunakannya tanpa berpindah-pindah. Kebanyakan trader pemula tidak dapat menjaga disiplin ini. Semisal Anda memilih pullback, Anda harus tetap sabar jika tidak kebagian entry pada harga yang terus melaju kencang pasca breakout. Anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam market secara sembarangan, hanya karena telah tertinggal harga yang telah melaju duluan. Begitu pula jika Anda memilih breakout, Anda harus sabar jika Stop Loss sudah terkena terlebih dahulu sebelum harga melaju sesuai perkiraan. Pahamkan konsep ini terlebih dahulu sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini. Jika sudah paham dan mengerti, mari kita lanjutkan tentang bagaimana cara trading supply and demand untuk pemula. Entry Aman Pada Halte-Halte Supply And Demand Sebelum masuk terlalu dalam, tentunya kita semua sudah tahu bahwa market memiliki 3 kondisi tren. Kondisi tersebut adalah uptrend, downtrend, dan sideways. Banyak trader menganggap kondisi konsolidasi atau sideways sangat membosankan, mungkin karena harga hanya mondar-mandir dari satu titik ke titik lain; sedikit sekali potensi profit yang bisa didulang dari pasar sideways. Kondisi yang dianggap boring ini justru sangat penting dalam cara trading supply and demand untuk pemula. Mengapa? Izinkan saya mengutip ungkapan dari salah satu trader panutan saya yang salah satu masterpiece-nya adalah BBMA KG. Berikut ungkapan beliau: Kondisi sideways ini seperti terminal atau halte. Jika ingin selamat, tentu saja harus naik pada terminal atau halte yang sudah disediakan bukan? Jangan naik saat bis sudah melaju kencang! Ya, dalam trading supply and demand, sideways adalah salah satu keadaan yang harus Anda tunggu-tunggu. Sideways adalah kondisi ketika belum ada dominasi dari pihak buyer maupun seller. Jika Anda perhatikan grafik yang menjelaskan konsep dasar cara trading supply and demand di atas, maka terdapat suatu titik yang disebut zona equilibrium. Zona equilibrium atau zona keseimbangan ini merupakan tempat di mana jumlah ketersediaan barang dan permintaan sama-sama tidak berubah. Kondisi sideways inilah yang menjadi zona keseimbangan kita. Dalam keadaan sideways, terjadi tawar-menawar dalam menentukan kemana selanjutnya harga akan bergerak. Perhatikan gambar di bawah ini. Amati pula bagaimana harga bergerak dari masing-masing haltenya.

Sampai pada pembahasan ini, pasti kebanyakan dari Anda mulai mengangguk-angguk merasa mulai mengerti. Mungkin banyak juga dari Anda begumam bahwa ini mirip seperti support dan resistance. Jika diamati dan dilihat, harga akan bergerak dari satu satu zona keseimbangan ke zona lainnnya secara teratur. Harga juga akan beristirahat sejenak pada halte tersebut setelah bergerak panjang dari halte sebelumnya. Perlu diketahui, teknik ini membutuhkan kesabaran dan disiplin tingkat tinggi dari seorang trader. Dimulai dari sabar menunggu hingga harga membentuk zona keseimbangan, lalu dibutuhkan kesabaran dalam menunggu konfirmasi breakout atau pullback di zona keseimbangan tersebut. Yang terakhir, dibutuhkan pula kesabaran menunggu harga sampai pada zona keseimbangan yang dituju. Dari kesabaran inilah Anda dapat memperoleh sebuah posisi trading berkualitas dengan risiko kecil dan reward yang besar. Sudah tidak sabar untuk belajar lebih lanjut? Mari kita mulai dengan bagaimana cara menggambar zona keseimbangan.

Menggambar Zona Keseimbangan Dalam menggambar zona keseimbangan, tidak ada aturan khusus maupun terinci. Zona keseimbangan ini memang bersifat relatif bagi setiap trader, tergantung dari sisi pengamatan dan pengalaman yang dimiliki. Semakin tinggi jam terbang seorang trader, maka semakin bijak dirinya dalam menentukan zona keseimbangan tersebut. Namun demikian, tidak ada aturan khusus bukan berarti benar-benar tidak ada aturan dalam menggambarnya. Satu-satunya aturan yang perlu selalu Anda ingat dan tanamkan adalah: Zona keseimbangan itu adalah saat OHLC candle saling berhimpitan hingga candle terlihat seperti sedang berbaris dengan sejajar dan rapi. Mengenai ekor maupun body Anda bebas menentukannya. Zona-zona tersebut akan terus berlaku pada time frame manapun. Oleh karena itu, dalam menggunakan zona keseimbangan, selalulah lihat ke bagian sebelah kiri chart Anda. Di situ, Anda akan menemukan zona-zona keseimbangan bertebaran dan akan menjadi referensi kita melihat pergerakan harga selanjutnya. Perhatikan contoh gambar pasangan EUR/USD time frame 1-minggu di atas tadi. Mengapa harga berhenti dan beristirahat pada daerah itu? Mari kita zoom out untuk mengetahuinya.

Mengenai kemana harga akan berlanjut, pada cara trading supply and demand pemula ini, Anda hanya harus menunggu breakout terjadi pada salah satu sisi saja. Sekarang perhatikan kembali gambar di atas. Cara mudah mengetahui zona keseimbangan pada satu waktu adalah dengan mencari candlestick momentum yang telah breakout dari zona keseimbangan sebelumnya. Candlestick momentum biasanya merupakan sebuah candle tegak dan besar menyerupai pola candle Marubozu. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.


Dengan candle momentum tersebut, Anda juga dapat memvalidasi zona keseimbangan yang digambarkan. Candle momentum pula-lah yang akan Anda tunggu agar bisa menginisiasi entry pada cara trading pemula dengan supply and demand ini. Sistem Trading Supply And Demand Pemula Mari kita bahas satu-persatu mengenai sistem trading supply and demand.

Dalam sebuah sistem trading, dibutuhkan beberapa komponen penyusun yang bersifat wajib dan tidak boleh dilanggar. Komponen tersebut adalah market filter,setup trading, serta aturan entry dan aturan exit. Market Filter Dalam menyaring market, tandai dulu zona keseimbangan yang ada dari time frame besar seperti 1-hari atau 1-minggu. Dari situ kita akan mendapat gambaran besar market yang akan kita masuki nanti. Kita ambil contoh EUR/USD pada time frame Weekly di atas. Saat ini harga berada pada zona keseimbangan weekly-nya. Selanjutnya Anda tinggal menentukan tipe trader seperti apa Anda. Jika Anda ingin trading swing, maka sebaiknya gunakan time frame 4-jam ke atas. Jika Anda seorang trader Intraday maka gunakan time frame 1-jam. Contohnya, saya seorang trader Intraday dan akan memilih time frame 1-jam. Daerah keseimbangan yang saya gambar di time frame adalah sebagai berikut:

Perhatikan bagaimana harga bergerak dari satu halte ke halte lainnya. Pergerakan ini juga terbendung oleh zone keseimbangan weekly yang ditandai dengan warna biru. Dengan market yang sedang berkonsolidasi besar seperti ini (time frame weekly), kita dapat melakukan entry berulang-ulang dari satu halte ke halte yang lain. Setup Trading Kondisi setup yang kita harapkan sebisa mungkin mengikuti arah tren besar. Kondisi paling tepat adalah jika time frame besar sedang tren naik, maka cari setup buy saja. Begitu pula jika tren turun, maka disarankan untuk cari setup sell saja. Namun jika dapat menemukan halte di time frame besar, Anda dapat eksekusi buy dan sell pada setiap sisi.

Aturan Entry Dan Exit Seperti yang telah dijelaskan di atas, entry dieksekusi dengan metode breakout maupun pullback. Anda bebas memilih salah satu dari jenis entry tersebut. Sebagai saran, perhatikan contoh candle momentum sebelumnya. Breakout yang valid biasanya ditandai dengan candle momentum yang tegak dan besar.


Aturan exit dalam trading supply and demand pemula sangat simple. Stop Loss diletakkan sedikit di bawah atau di atas zona keseimbangan, sedangkan Take Profit diletakkan di zona keseimbangan selanjutnya. Penggunaan trailing stop atau pemindahan level Stop Loss pun diperbolehkan.   Supply And Demand Sebagai Alat Bantu Memahami dan menambah ilmu tentang pasar tentu saja menjadi salah satu pekerjaan utama kita sebagai trader. Sejatinya, semua ilmu yang diterapkan pada forex ini hanya turunan dan perkembangan dari ilmu-ilmu yang sudah ada. Ilmu-ilmu inilah yang akan Anda pakai nantinya saat berhadapan langsung dengan market. Berbagai macam ilmu ini dapat Anda gunakan baik secara terpisah maupun bersama-sama.


Ilmu Supply and demand pun demikian. Anda tidak harus trading langsung dengan menggambar zona keseimbangan dan menunggu breakout-nya. Supply and demand ini juga bisa difungsikan sebagai alat bantu dan digabungkan dengan indikator lain, seperti strategi Crossover Moving Average, Price Action, BBMA OA, dll. Berikut beberapa fungsi supply and demand jika digunakan bersamaan dengan indikator lain: Sebagai zona Take Profit dan Stop Loss. Sebagai tempat re-entry. Sebagai pembaca arah dan tren pasar. Bagaimana Dengan Supply And Demand Tingkat Lanjut? Bagaimana tanggapan Anda setelah membaca strategi trading supply and demand untuk pemula ini? Perlu diingat, ini baru bagian dasar. Kami akan melanjutkan topik trading supply and demand level advanced (tingkat lanjut) di artikel berikutnya. Apa perbedaannya dengan strategi untuk pemula ini? Sekilas info, Anda tidak akan berurusan lagi dengan zona keseimbangan. Anda akan berhubungan langsung dengan zona supply dan demand-nya. Pada tingkat lanjut, bahkan Anda akan merasakan trading dengan waktu floating relatif singkat, dan potensi risk:reward bisa sampai 1:50.


Kamis, 03 Maret 2022

Teori Himpunan

Definisi

  Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.
  Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota
  Cara Penyajian à enumerasi
  Himpunan empat bilangan asli pertama: A = {1, 2, 3, 4}.     
  Himpunan lima bilangan genap positif pertama: B = {2,4, 6, 8, 10}.            
  C = {kucing, a, Amir, 10, paku}
  R  = { a, b, {a, b, c}, {a, c} }
  C  = {a, {a}, {{a}} }
  K  = { {} }                                                                                                          
  Himpunan 100 buah bilangan asli pertama: {1, 2, ..., 100 }                
  Himpunan bilangan bulat ditulis sebagai {…, -2, -1, 0, 1, 2, …}


Simbol-simbol Baku

  P =  himpunan bilangan bulat positif  =  { 1, 2, 3, ... }
  N =  himpunan bilangan alami (natural)  =  { 1, 2, ... }
  Z =  himpunan bilangan bulat  =  { ..., -2, -1, 0, 1, 2, ... }
  Q =  himpunan bilangan rasional
  R =  himpunan bilangan riil
  C =  himpunan bilangan kompleks
  Himpunan yang universal: semesta, disimbolkan dengan U.

  Contoh: Misalkan U = {1, 2, 3, 4, 5} dan A adalah himpunan bagian dari U, dengan A = {1, 3, 5}.


Notasi Pembentuk Himpunan

       Notasi: { x ú syarat yang harus dipenuhi oleh x }
       Contoh:
     A adalah himpunan bilangan bulat positif yang kecil dari 5, ditulis
       A = { x | x  adalah bilangan bulat positif lebih kecil dari  5} atau
       A  =  { x | x ϵ P, x < 5 } 
       yang ekivalen dengan A = {1, 2, 3, 4}

                   -  M = { x | x adalah mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika Diskrit}


Diagram Venn

               Misalkan U = {1, 2, …, 7, 8}, A = {1, 2, 3, 5} dan B = {2, 5, 6, 8}.
               Diagram Venn:



Keanggotaan

               x Î A : x merupakan anggota himpunan A;
               x Ï A : x bukan merupakan anggota himpunan A

               Contoh


 




Kardinalitas

               Jumlah elemen di dalam A disebut kardinal dari himpunan A.
               Notasi: n(A) atau êA ê
               Contoh
      B = { x | x merupakan bilangan prima yang lebih kecil dari 20 }, atau B = {2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19}
                maka ½B½ = 8
   -  T = {kucing, a, Amir, 10, paku}, maka ½T½ = 5

                      -   A = {a, {a}, {{a}} }, maka ½A½ = 3


Himpunan Kosong

       Himpunan dengan kardinal = 0 disebut himpunan kosong (null set).

       Notasi : Æ atau {}

       Contoh

      E = { x | x < x }, maka n(E) = 0

      P = { y | y adalah orang Indonesia yang pernah ke bulan }, maka n(P) = 0

       himpunan {{ }} dapat juga ditulis sebagai {Æ}

       himpunan {{ }, {{ }}} dapat juga ditulis sebagai {Æ, {Æ}}

       {Æ} bukan himpunan kosong karena ia memuat satu elemen yaitu himpunan kosong.


Himpunan Bagian (Subset)

       Himpunan A dikatakan himpunan bagian dari himpunan B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen dari B.

       Dalam hal ini,  A subset dari B atau B dikatakan superset dari A.

      Notasi: A Í B

       Contoh

      { 1, 2, 3} Í {1, 2, 3, 4, 5}

      {1, 2, 3} Í {1, 2, 3}

       Diagram Venn



Himpunan yang Sama

       A = B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen B dan sebaliknya setiap elemen B merupakan elemen A.

       A = B jika A adalah himpunan bagian dari B dan B adalah himpunan bagian dari A. Jika tidak demikian, maka A ¹ B.

       Notasi : A = B  «  A Í B dan B Í A

       Contoh

      Jika A = { 3, 5, 8, 7 } dan B = {7, 5, 3, 8 }, maka A = B

      Jika A = { 3, 5, 8, 7 } dan B = {3, 8}, maka A ¹ B


Himpunan yang Ekivalen

       Himpunan A dikatakan ekivalen dengan himpunan B jika dan hanya jika kardinal dari kedua himpunan tersebut sama.

       Notasi : A ~ B  « ½A½ = ½B½

       Contoh:

      Misalkan A = { 1, 3, 5, 7 } dan B = {a, b, c, d}, maka A ~ B sebab ½A½ = ½B½ = 4


Himpunan yang Saling Lepas

       Dua himpunan A dan B dikatakan saling lepas (disjoint) jika keduanya tidak memiliki elemen yang sama.

       Notasi : A // B

                        Diagram Venn: 



Himpunan Kuasa

       Himpunan kuasa (power set) dari himpunan A adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan semua himpunan bagian dari A, termasuk himpunan kosong dan himpunan A sendiri.                        

       Notasi : P(A)

       Jika ½A½ = m, maka ½P(A)½ = 2m.

       Contoh

      Jika A = { 1, 2 }, maka P(A) = {Æ, { 1 }, { 2 }, { 1, 2 }}

      Himpunan kuasa dari himpunan kosong adalah

                P(Æ) = {Æ}, dan himpunan kuasa dari himpunan {Æ}

                adalah P({Æ}) = {Æ, {Æ}}.